DUBES RI UNTUK MALAYSIA TURUN LADANG
Oleh : Hendrik Pandu Paksi

        Duta besar Republik Indonesia untuk Malaysia, bapak Herman Prayitno mengunjungi ladang kelapa sawit yang berlokasi di Sapi 2 estate, Sandakan, Negara bagian Sabah Malaysia pada sabtu, 16 februari 2013.DSC05996 Kunjungan tersebut dilakukan untuk mengetahui lebih dekat kehidupan warga Negara Indonesia yang menjadi tenaga kerja di perkebunan kelapa sawit yang tersebar di Sabah, Malaysia. Selain mendengarkan aspirasi dari para pekerja, rombongan juga mengunjungi sekolah Humana dan Community Learning Centre dimana anak-anak pekerja Indonesia ini bersekolah. Hadir pula pada kesempatan ini konsul jendral Republik Indonesia untuk Sabah, bapak Soepeno Sahid, dan juga kepala sekolah Indonesia kota Kinabalu, bapak Dadang Hermawan bersama rombongan.
Pada kesempatan berdialog bersama para pekerja, bapak Herman Prayitno menyampaikan kepeduliannya terhadap nasib para pekerja dan mendengarkan setiap aspirasi warga dengan seksama. Dalam kesempatan tersebut, para pekerja menyampaikan permasalahan-permasalahan yang selama ini mereka hadapi, beberapa hal diantaranya adalah masalah perlindungan hukum, jaminan keselamatan kerja, minimnya upah yang mereka terima, dan juga terkit dokumen mereka yang ditahan oleh majikannya.
Memang dalam hal perlindungan hukum, selama ini pemerintah Indonesia melalui perwakilan yang ada di Sabah, baru bisa memberikan perlindungan hukum pada warga Negara Indonesia yang memiliki dokumen resmi saja seperti paspor dan visa, sedangkan warga yang datang secara ilegal (tidak memiliki dokumen yang resmi) akan sangat sulit diberikan perlindungan hukum. Disisi lain masih banyak juga warga yang datang tiap tahunnya untuk bekerja di perkebunan Malaysia ini dengan tanpa dokumen resmi.
Lebih lanjut, dalam hal keselamatan kerja, perusahaan telah memberikan prosedur kerja dan juga jaminan kesehatan bagi para pekerja. Di perkebunan kelapa sawit milik wilmar ini, telah ada klinik kesehatan yang khusus menangani kesehatan para pekerja mulai dari sakit ringan, operasi, membantu persalinan dan lain sebagainya secara gratis. Kepedulian perusahaan ini sebenarnya patut diacungi jempol,DSC06006 namun sayang banyak pekerja yang enggan memanfaatkan fasilitas ini. Sebagian pekerja lebih memilih pergi ke dukun untuk mendapatkan pengobatan alternatif sebagaimana yang sering mereka lakukan di kampung halamannya.
Masalah upah, para pekerja mengeluhkan pemberian upah yang masih jauh dari harapan. “upah yang harus diterima para pekerja Indonesia ini tiap bulannya seharusnya minimal RM 800” kata bapak Herman prayitno dalam kesempatan menyampaikan sambutannya. Beliau menambahkan setiap perusahaan haruslah memperhatikan ketentuan. Di ladang sapi 2 dan sekitarnya, upah yang diterima pekerja berkisar antara RM 300 hingga RM 700 tergantung produktivitas yang mereka lakukan. Mereka bekerja dari senin hingga sabtu, sedangkan untuk hari minggu tidak diwajibkan untuk bekerja, namun apabila ingin bekerja, maka akan diperhitungkan sebagai lembur. Permasalahan di lapangan, ada majikan yang memberi kebebasan untuk memilih, dan ada juga yang mewajibkan bekerja pada hari minggu. Hal ini dilakukan terutama pada sektor-sektor yang kurang mencapai target. Memang untuk mencapai target, perusahaan ini membutuhkan sebanyak-banyaknya pekerja, namun karena pekerja masih terbatas, perusahaan lalu memberlakukan lembur untuk memenuhi target tersebut. Dalam hal ini konsul RI untuk Sabah, bapak Soepeno Sahid menekankan jangan sampai ada yang dirugikan atas kondisi tersebut. konsul RI siap memberikan perlindungan selama pekerja mengikuti arahan, tambahnya.
Terkait dokumen yang ditahan perusahaan, pemerintah Indonesia tidak dapat berbuat banyak, karena dokumen ini ditahan sebagai jaminan untuk para pekerja terhadap perusahaan. Dalam hal ini tindakan perusahaan masih bisa dibenarkan. DSC06011Namun demikian selayaknya perusahaan mengijinkan pekerja yang ingin meminjam dokumen sehubungan dengan kegiatan mereka. Misalnya jika warga mau ke kota untuk berbelanja atau berlibur saat tidak bekerja, atau bagi yang ingin menjenguk kampung halamannya di Indonesia. Pemerintah berharap akan terjalin kerjasama yang saling menguntungkan antara pekerja dan perusahaan. Sesi dialog tersebut ditutup dengan penyerahan kenang-kenangan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Malaysia kepada general manager Wilmar company, Mr. Tee See Heng. Selanjutnya Wilmar company juga menyerahkan kenang-kenangan sebagai tanda adanya kerjasama yang saling menguntungkan. Dengan demikian diharapkan permasalahan-permasalahan yang timbul di kemudian hari dapat diselesaikan dengan kekeluargaan. red