PEMBELAJARAN TERPADU MODEL URUTAN

( SEQUENCED)

 

A. Pendahuluan

Dalam usaha meningkatkan prestasi belajar siswa dalam proses belajar mengajar, guru seharusnya menggunakan berbagai model pembelajaran dalam kelas sehingga dapat tercipta pembelajaran yang bermakna. Menurut Ausubel  (dalam widada, 2004 : 9) belajar bermakna adalah proses belajar dengan informasi baru yang akan dipelajari peserta didik disusun serta dihubungkan dengan struktur pengetahuan yang sudah dimiliki.

Pada perkembangannya pembelajaran pada abad 20 ini lebih menitikberatkan  pada penyampaian materi yang dilakukan secara terintegrasi, menyeluruh dan bermanfaat, dimana diasumsikan bahwa setiap anak mempunyai kemampuan untuk mengintegrasikan  berbagai ilmu yang diterimanya, adapun salah satu model yang dapat digunakan  adalah  model pembelajaran terpadu.

Model pembelajaran terpadu sebagai suatu konsep yang dapat dimengerti secara umum sebagai pendekatan mengajar yang melibatkan konsep-konsep dari beberapa bidang studi untuk memberikan pengalaman yang bermakna kepada siswa. Siswa  mampu memahami konsep-konsep yang mereka pelajari maupun konsep-konsep yang didapat melalui pengalaman langsung dan menghubungkannya dengan konsep-konsep yang mereka telah ketahui.

Pembelajaran terpadu dibedakan menjadi tiga jenis berdasarkan cakupan materi yang akan dipadukan, yaitu interdisiplin, antardisiplin ilmu, dan integrasi inter dan antar disiplin ilmu. Pembelajaran terpadu interdisiplin ilmu mengintegrasikan topik-topik, konsep-konsep, yang terdapat dalam satu rumpun sedangkan pembelajaran terpadu antar disiplin ilmu mengintegrasikan topik atau konsep dalam berbagai disiplin ilmu.

Pembelajaran terpadu pada hakekatnya kegiatan belajar mengajar dengan memadukan materi dengan beberapa mata pelajaran atau beberapa topik pelajaran dalam satu tema. Pada pembelajaran terpadu   tidak boleh bertentangan dengan kurikulum yang berlaku tetapi dengan pembelajaran terpadu yang digunakan harus mendukung pencapaian tujuan utuh kegiatan pembelajaran dalam kurikulum. Dalam makalah ini kami akan membahas mengenai model pembelajaran terpadu sequenced menurut Forgarty.

  1. Pembelajaran Terpadu Model Urutan (Sequenced)

Menurut Fogarty (1991;34) pembelajaran terpadu model urutan (Sequenced)  adalah beberapa topik dari suatu mata pelajaran diorganisasikan kembali dan diurutkan agar dapat bertepatan atau serupa. Demikian pula dalam pengajaran, guru mata pelajaran  mengajar pada pelajaran yang berbeda secara berurutan. Pembelajaran terpadu model urutan (sequenced) ini materi pelajarannya dipadukan dengan antardisiplin ilmu yang berbeda.

Dengan pembelajaran terpadu model urutan (sequenced) guru bidang studi dapat menyusun kembali urutan dari topik mereka sehingga kedua mata pelajaran itu dapat dipikirkan secara paralel, dimana urutan topik harus harus disusun terlebih dahulu. Topik pembelajaran yang ada dapat dipilih dan diurutkan mana yang harus didahulukan dari topik yang lainnya.  Intinya salah satu topik membawa yang lain dan sebaliknya.

  1. 1.  Manfaatnya Model Urutan (Sequenced)

Menurut Fogarty (1991; 35) manfaat dari model urutan adalah guru dapat menyusun kembali rangkaian topik, bab dan unit dengan menentukan skala prioritas mata pelajaran yang ada pada kurikulum atau tidak sekedar mengikuti urutan yang telah dijabarkan di dalam kurikulum. Dalam hal ini guru dapat membuat keputusan yang penting dalam materi.

Dari sudut pandang siswa dengan pertimbangan  urutan topik dari disiplin ilmu yang terkait dapat membantu mereka untuk memahami mata pelajaran yang telah diajarkan. Contohnya guru bahasa inggris mengajarkan periode sejarah novel tertentu, sementara guru sejarah juga mengajarkan periode sejarah yang sama. Dalam dua disiplin ilmu tersebut, memudahkan siswa menerima materi yang dijelaskan oleh guru, memberikan penguatan terhadap materi yang disamapaikan dan pembelajaran lebih bermakna.

  1. 2.  Kekurangan Model Urutan (Sequenced)

Pembelajaran terpadu model urutan ini selain mempunyai manfaat juga memiliki kekurangan. Adapun kekurangan dari model urutan (sequenced) adalah guru harus membuat rencana pelaksanaan pembelajaran kerja sama dengan guru bidang studi yang lain yang ada hubungannya dengan sub materi yang akan diajarkan kemudian harus memilih tema yang tepat dengan kedua sub materi yang tersebut.

Dalam model urutan (sequenced) memerlukan kolaborasi dan fleksibilitas semua kalangan. Ini tidak semudah yang kita dengar karena ketepatan waktu, guru yang mengajar dan sub materi harus dengan sesuaikan dengan kondisi yang ada. Sehingga dalam aplikasinya model pembelajaran urutan ini lebih jarang digunakan.

  1. 3.  Kapan Model Urutan (Sequenced)

Menurut model urutan (sequenced)  pada tahapan awal dari proses perpaduan dengan menggunakan dua disiplin ilmu guru bekerja dengan rekannya dan mulai mendaftarkan   kembali isi kurikulum masing-masing.  Guru bidang studi,  kemudian  untuk menyusun bagian materi yang terpisah  guru berusaha mensejajarkan materi tertentu guna membuat siswa lebih memahami materi  kedua mata pelajaran yang diajarkan oleh kedua  guru bidang studi tersebut.

4. Pembelajaran Terpadu IPS dan Sains

Dalam pembelajaran IPS dan sains di sekolah dasar berhubungan dengan fenomena yang ada di sekitar kita dan saling berkaitan dengan bidang studi yang lain sehingga dalam proses pengajarannya tidak cukup dengan hanya satu bidang studi dengan demikian pengajaran dengan model terpadu  yang ada diharapkan dapat membantu pencapaian hasil belajar yang optimal.

Selain alasan tersebut, pembelajaran IPS Sains banyak memerlukan hafalan dalam lingkup materi. Oleh karena itu pembelajaran sering diorganisasikan sekitar tema yang dipilih siswa dan atau menyediakan pilihan-pilihan, memperluas minat dan motivasi siswa. Maka Pembelajaran model terpadu di sekolah dasar dapat  mengarahkan siswa menggunakan keterampilan secara bermakna dan langsung dan pembelajaran IPS dan sains secara terpadu diharapkan  meningkatkan transfer belajar.

  1. C.  Kesimpulan

Pembelajaran terpadu sangat tepat bila digunakan oleh guru SD dengan alasan karena guru SD khususnya kelas 1 s/d kelas 3 adalah guru kelas yang memerlukan pertimbangan sebelumnya diantaranya minat siswa, sifatnya harus merangsang keingintahuan siswa, ruang lingkup sub topik yang ada serta sumber belajar yang tersedia sehingga pembelajaran bermaknapun dapat diciptakan guru dalam satu kelas.

Pada dasarnya semua model pembelajaran  yang  pelaksanaan dirancang dalam proses pembelajaran apabila dilaksanakan dengan penuh rasa tanggungjawab maka hasil yang dicapai dapat bermakna bagi siswa dan guru serta semua komponen yang ada termasuk pemerintah lebih masyarakat pada umumnya.

Daftar Pustaka

 

Fogarty, Robin. 1991. How To Integrate The Curricula. Illionis , IRI/Skylight               Publishing, Inc.

Muhammad, dkk. 2008. Ilmu Pengetahuan Sosial 3, CV. Adi Perkasa, Surakarta.

Srikandi, Ujang dan kawan-kawan. 2003. Belajar Aktif dan Terpadu. Jakarta , Duta Graha Pustaka

Penulis, Tim. 2006. Model Silabus Sekolah Dasar kelas 3. Jakarta, PT Grasindo

Penulis, Tim, Standar Isi 2006. Badan Nasional Standar Pendidikan.

Penulis , Tim. 1996/1997. Pembelajaran Terpadu D-II PGSD Dan S-2 Pendidikan Dasar. Malang.

Priyon0, dkk. 2008. Ilmu Pengetahuan Alam Untuk SD dan MI Kelas 3, Pusat Perbukuan, Jakarta.

Trianto. 2007.  Model Pembelajaran Terpadu, Prestasi Pustaka, Jakarta.