Latest Entries »

PENINGKATAN HASIL BELAJAR MAHASISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD PADA MATA KULIAH ASESMEN PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI

Aristiana P.Rahayu, Ratno Abidin, Aris Setiawan, Nur Indah Febriyanti, Hendrik Pandu Paksi

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan: 1) meningkatkan aktivitas mahasiswa dengan penerapan model pembelajaran kooperatif pada mata kuliah Asesmen perkembangan anak usia dini, 2) meningkatkan prestasi hasil belajar mahasiswa dengan penerapan pembelajaran kooperatif pada mata kuliah asesmen untuk anak usia dini. Setting penelitian adalah mahasiswa FKIP prodi PG PAUD semester III, berjumlah 9 mahasiswa yang mengambil mata kuliah Asesmen perkembangan anak usia dini. Cara penelitian dilakukan melalui: 1.perencanaan (Plan), 2. pelaksanaan (Do), 3.refleksi (See). Pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi, wawancara dan angket. Hasil dari penelitian ini adalah penerapan metode pembelajaran kooperatif terbukti efektif dalam meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar mahasiswa. Rata-rata akktivitas mahasiswa siklus I sebesar 33,4 pada siklus II menjadi 37,5 pada siklus III sebesar 38,2 pada siklus IV sebesar 38,9. Pada siklus I rata-rata skor prestasi adalah 70,1 siklus II rata-rata skor prestasi 73,75 Siklus III rata-rata skor prestasi adalah 78,8 siklus IV rata-rata skor prestasi 81,6

Kata kunci: pembelajaran kooperatif, asesmen anak usia dini.

Artikel lengkap : didaktis vol 15 no 2 2015

Iklan

MENINGKATKAN PARTISIPASI MAHASISWA  DALAM PERKULIAHAN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF  TIPE JIGSAW

 

Hendrik Pandu Paksi

Dosen Universitas Negeri Surabaya

hendrikpaksi@unesa.ac.id

 

Abstrak :

Berdasarkan pengamatan peneliti selama menjadi dosen di jurusan S1 PGSD Fakultas Ilmu Pendidikan Unesa, tingkat partisipasi mahasiswa  pada saat perkuliahan masih belum sesuai harapan. Berdasarkan penelitian pendahuluan, dari kegiatan perkuliahan yang dilakukan sampai pertengahan semester, peneliti mengamati dari 31 mahasiswa hanya sebagian kecil mahasiswa saja yang secara aktif memberikan partisipasi baik dengan cara bertanya, menjawab pertanyaan, maupun menyampaikan ide/gagasan. Hasil penelitian pendahulian menjelaskan bahwa tingkat partisipasi mahasiswa dalam perkuliahan masih dalam kisaran kurang dari 35%. Sedangkan harapan peneliti setiap mahasiswa seharusnya lebih aktif lagi dalam memberikan partisipasinya mengingat salah satu point penilaian dalam perkuliahan adalah partisipasi mahasiswa yang bobotnya 2 point, setara dengan point ujian tengah semester (UTS). Setidaknya target peneliti adalah 50% atau lebih mahasiswa yang aktif berpartisipasi, karena itu perlu dilakukan penelitian tindakan kelas. Dalam penelitian tindakan ini, peneliti menerapkan model pembelajaran jigsaw dalam aktivitas perkuliahan khususnya mata kuliah konsep dasar PPKn. Model pembelajaran jigsaw dipilih karena langkah-langkah yang digunakan dipandang mampu melibatkan seluruh mahasiswa sehingga dalam perkuliahan setiap mahasiswa akan dituntut untuk secara aktif berperan sebagai tim ahli dan mampu bekerjasama baik secara mandiri maupun dalam kelompok untuk memahami konsep atau materi yang sedang dipelajari, dengan demikian mampu  menggerakkan mahasiswa untuk berpartisipasi baik dalam bentuk mengajukan pertanyaan, menjawab pertanyaan, maupun menyampaikan ide atau gagasan.

Penelitian ini menggunakan dua siklus yang masing-masing siklus terdiri atas empat tahapan yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Dari hasil observasi dan refleksi yang dilakukan pada masing-masing siklus, disimpulkan bahwa Penelitian pada siklus pertama dinyatakan berhasil dengan tingkat partisipasi mahasiswa mencapai 64,5% dari 31 mahasiswa yang hadir dalam perkuliahan. Penelitian pada siklus kedua dinyatakan berhasil dengan tingkat partisipasi mahasiswa mencapai 73,3% dari 30 mahasiswa yang hadir dalam perkuliahan. Penelitian pada siklus 1 dan siklus 2 bersifat reliabel. Dengan demikian dapat disimpulkan pula bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw mampu membantu meningkatkan partisipasi mahasiswa dalam perkuliahan

 

Kata Kunci : Partisipasi Mahasiswa, PPKn, Model pembelajaran, Jigsaw

artikel lengkap : Pancaran Pendidikan vol 6 no 3 2017

 

ABSTRACT

  Paksi, Hendrik Pandu. 2011. Visual Media Development in the Field of Study Elementary School Fourth Grade PKN to Help Students Demonstrate Positive Attitudes toward Influence of Globalization on the Environment Happen. Thesis, Basic Education Studies Program, Graduate Program, State University of Surabaya. Supervisor (I) Prof. Dr. Warsono, MS and (II) Dr Suhartono, M.Pd.

Keywords: media visual learning, the quartet game, the game looking for a partner, developing students’ attitudes, the influence of globalization.

This study aims to develop visual media in the form of the game on the field of study PKN fourth grade school to help students demonstrate positive attitudes towards the impact of globalization is happening in their environment and able to facilitate the learning of teachers. The goal is then translated into indicators include (1) the feasibility of the media, (2) student responses, (3) development of student attitudes, (4) teacher assessment, and (5) the response of teachers. Visual game in question is a quartet game and looking for a partner.

The research was limited to the development of visual media and media applications on learning, not to discuss the influence of media developed by the learning achievement due to factors that affect the achievement is not just the media. The results did not spread in a wider scale.

The development of qualitative research conducted manifold through two stages. The first stage is the development of media and the second stage is the application of media in learning. Stage of development in this study adopted the model of software development with change of type 4D tailored to the needs of research include media production, validation of the expert team, as well as test media. While the implementation phase of the media covering the use of instructional media, observation of student activities, and evaluation of students’ affective skills.

SDN 1 Sumberingin Kidul Kec. Ngunut, Kab. Tulungagung chosen as a research site. Necessary data in this study is the response of students, development of student attitudes, teacher assessment and teacher feedback. To obtain the data used method of observation, interviews, and questionnaires. Data collected and analyzed using descriptive analysis and percentages.

The results showed that the media quartet and the looking for partners card who developed in accordance with scientific procedures in creating a viable learning medium and applied to learning PKN in elementary school, is reinforced by the assessment of a team of experts who claim the media can be applied in PKN teaching. Visual learning media which was developed in the field of study PKN can help students demonstrate positive attitudes towards the impact of globalization occurring in the environment, it is reinforced from the student responses provided and development of positive attitudes of students. Media developed also simplifies the task of the teacher in teaching and learning, this is reinforced by the judgments of teachers and teacher responses to the media developed.

 

Artikel lengkap : ARTIKEL THESIS

   I. LATAR BELAKANG

Pengelolaan arsip yang dilaksanakan dengan baik dan benar sesuai dengan kaidah yang ada akan menghadirkan kemanfaatan besar bagi kehidupan organisasi, pemerintah, dan masyarakat. Ketersediaan arsip secara utuh, otentik, dan terpercaya, pada setiap kementerian/lembaga dan pemerintahan daerah akan memberikan dukungan nyata bagi pelaksanaan reformasi birokrasi utamanya untuk kemanfaatan penilaian kinerja, pertanggungjawaban kinerja, pelayanan publik, serta penyediaan alat bukti bagi kepentingan lain.

Kenyataan di lapangan, arsip di unit kearsipan umumnya masih belum dikelola secara optimal. Padahal unit arsip adalah awal dimana terciptanya arsip dan tempat dimana pengelolaan arsip dinamis dilakukan. Ada beberapa faktor penyebab mengapa penyelenggaraan kearsipan tidak berjalan sesuai dengan keinginan, diantaranya yaitu keterbatasan sumber daya manusia (arsiparis), kurangnya kepedulian terhadap pentingnya arsip, sarana dan prasarana yang kurang memadai, lemahnya alokasi anggaran untuk pengelolaan arsip, selain itu pemimpin organisasi dan penyelenggara pemerintahan belum menempatkan bidang kearsipan seimbang dengan nilai pentinganya arsip yang sebenarnya, bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Permasalahan pembinaan kearsipan secara prin View full article »

PENGERTIAN AUDIT INVESTIGASI

Suatu bentuk audit atau pemeriksaan yang bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengungkap kecurangan atau kejahatan dengan menggunakan pendekatan, prosedur dan teknik-teknik yang umumnya digunakan dalam suatu penyelidikan atau penyidikan terhadap suatu kejahatan.
Karena tujuan audit investigasi adalah untuk mengidentifikasi dan mengungkap kecurangan atau kejahatan, maka pendekatan, prosedur dan teknik yang digunakan di dalam audit investigatif relatif berbeda dengan pendekatan, prosedur dan teknik yang digunakan di dalam audit keuangan, audit kinerja atau audit dengan tujuan tertentu lainnya.
Dalam audit investigatif, seorang auditor memulai suatu audit dengan praduga/ indikasi akan adanya kemungkinan kecurangan dan kejahatan yang akan diidentifikasi dan diungkap melalui audit yang akan dilaksanakan. Kondisi tersebut, misalnya, akan mempengaruhi siapa yang akan diwawancarai terlebih dahulu atau dokumen apa yang harus dikumpulkan terlebih dahulu. Selain itu, dalam audit investigatif, jika memiliki kewenangan, auditor dapat menggunakan prosedur dan teknik yang umumnya digunakan dalam proses penyelidikan dan penyidikan kejahatan, seperti pengintaian dan penggeledahan

Auditor sebagai pelaksana Audit Investigasi
Audit investigatif terhadap indikasi korupsi bisa dilaksanakan oleh auditor di lembaga negara dan lembaga pemerintah serta auditor di lembaga non-pemerintah. Pelaksanaan audit investigatif di lembaga negara dan lembaga pemerintah terikat kepada ketentuan yang terdapat di dalam Standar Pemeriksaan Keuangan Negara atau SPKN. Sementara itu, pelaksanaan audit investigatif oleh auditor di lembaga non-pemerintah dapat mengacu kepada standar pemeriksaan yang dikeluarkan oleh lembaga yang memiliki otoritas untuk mengeluarkan standar seperti itu, di Indonesia misalnya Institut Akuntan Publik Indonesia atau standar pemeriksaan yang lain tergantung kepada keterikatan antara auditor dengan pemberi mandat audit. View full article »

Menapaki Tanah yang Berbeda Menatap Langit yang Sama

 Oleh Risse E. Rachmanita, S.Pd

                Lebih dari setahun raga ini mengabdi di Ujung Borneo, Sabah. Suka duka silih berganti mengisi hari-hari dalam menjalankan tugas mulia dari negeri, Indonesia. Berjuta rasa telah membekas di hati, semangat, cemas, ragu, kecewa, takut, sedih, berani, dan segala rasa lainnya. Semangat dan harapan mereka yang meneguhkan langkah untuk tetap berdiri, berjalan , dan berlari disini.

Sabah, negeri dengan berbagai unsur yang ada di dalamnya adalah tempat yang tak pernah ada dalam angan. Tapi kini saya telah menginjakkkan kaki di sini, ‘menikmatinya’ setiap hari.  Pemandangannya yang indah dengan sawit yang membentang luas di setiap arah kita memandang , bak permadani hijau yang mewah. Suhu udaranya yang menyengat, butiran-butiran debu yang terbawa angin seringkali membuat batuk-batuk, daya tahan tubuh teruji di tempat ini. Harus menempuh perjalanan berjam-jam untuk sampai  di tempat, dimana ada barang-barang kebutuhan  hidup sehari-hari yang bisa dibeli, bandar (kota). View full article »

KAMPUNG HALAMAN EINA

Oleh : Hendrik Pandu Paksi)* 

 

Apakah anda pernah merindukan kampung halaman? Apa kira-kira yang membuat seseorang merindukan kampung halaman? Menurut saya, seseorang akan merindukan kampung halaman ketika orang tersebut sudah lama meninggalkan kampung halaman. Dengan kata lain, orang itu tidak berada di kampung halaman untuk waktu yang lama. Setiap orang memiliki ukuran sendiri-sendiri untuk merasakan lama atau cepat. Ukurannya adalah relatif. Saat kita melihat nomor antrian kita menunjukkan angka 424, sedangkan yang mendapat giliran baru nomor 5, maka kita akan merasakan lama, namun jika kita tahu bahwa seminggu lagi kekasih kita akan merantau, kita akan merasa waktu begitu cepat. Padahal dari antrian 5 sampai 424 mungkin tidak sampai memakan waktu sehari, lho kok tau? Iya… sebab biasanya kantor mempunyai jam kerja dan tidak akan mugkin mengeluarkan nomor antrian yang akan melebihi jam kerjanya. Jika lewat sehari biasanya antrian akan kembali dari nomor 1. Nah, secara matematik waktu seminggu akan lebih lama daripada 1 hari. Tapi mengapa orang mengatakan mengantri itu lama dan ketika kekasih akan pergi maka waktu dikatakan cepat? Inilah relativitas, tergantung apa yang dirasakan masing-masing orang. Oke, mari berhenti bicara soal waktu, kita kembali ke kampung halaman tadi.  Lalu,  jika ia tidak berada di kampung halaman, lalu berada dimana dia? View full article »

Peta wilayah Provinsi Sumatra Utara

Peta wilayah Provinsi Sumatra Utara

Sumatera Utara berada di ujung utara Pulau Sumatera. Sebelum dipisahkan, dulu Aceh juga termasuk wilayah provinsi ini. Ibu kota Sumatera Utara adalah Medan. Di bagian tengah wilayah Sumatera Utara terbentang Pegunungan Bukit Barisan yang melintang hampir sepanjang Pulau Sumatera. Di bentangan itulah terdapat beberapa dataran tinggi yang dijadikan tempat tinggal penduduk. Danau Toba juga terdapat di kawasan tersebut. Danau ini merupakan danau terbesar di Indonesia. Di tengah Danau Toba terdapat sebuah pulau bernama Pulau Samosir. Ada 419 pulau di kawasan Sumatera Utara. Pulau terluar  di bagian selatan bernama Pulau Simuk. Sedangkan pulau terluar bagian utara adalah Pulau Berhala. Pulau Simuk berhadapan langsung dengan Samudera Indonesia, sedangkan Pulau Berhala berada di Selat Malaka. View full article »

Peta wilayah Propinsi NAD

Peta wilayah Propinsi NAD

Nanggroe Aceh Darussalam adalah provinsi yang terletak di ujung barat kepulauan Indonesia. Di ujungnya terdapat pulau kecil yang bernama Pulau We. Di pulau itulah terdapat kota Sabang yang merupakan titik nol kilometer dari wilayah Indonesia. Ibukota Nanggroe Aceh Darussalam adalah Banda Aceh. Sebelum bernama Nanggroe Aceh Darussalam, provinsi ini pernah bernama Daerah Istimewa Aceh (tahun 1959 – 2001). Provinsi ini memiliki keistimewaan dibanding provinsi lain di Indonesia, yakni diberlakukannya syariat Islam bagi warga yang beragama Islam. Hampir seluruh penduduk Nanggroe Aceh Darussalam beragama Islam. Penduduk lainnya beragama Kristen dan Kong Hu Cu. Masjid terbesarnya adalah Masjid Raya Baiturrahman. View full article »

Di Balik Rimbunan Sawit tersimpan Harapan Masa Depan

Oleh: Anita Hartini Suryaman, S.Pd

Pesawat Malaysia Air Take off pukul 05.00 WIB 26 Juni 2012 dari Bandara Soekarno Hatta menuju Malaysia Bagian Timur tepatnya di Sabah, pesawat yang membawa Duta Pendidikan Indonesia ini sempat transit selama 4 jam di Bandara KLIA, lalu menuju ke Kota Kinabalu dan di lanjutkan ke Tawau. Dari perwakilan 150 Duta Pendidikan Indonesia ini ada salah satu nama yaitu Anita Hartini Suryaman, SPd dengan berbekal tekad dan pengetahuan yang ada saya memberanikan diri meniggalkan Tanah Air untuk membantu mendidik anak-anak Indonesia yang berada di Sabah, Malaysia. Program tersebut adalah program dari Kemendikbud Indonesia. Tak terasa sudah 1 tahun saya mengemban tugas ini, dan inilah pengalaman saya selama menjadi Guru Indonesia di Tanah Sabah Malaysia ini.

Ribuan mata penuh harapan di balik Rimbunan Sawit

an1

Horeeee Ibu datang!!!

Teriakan anak-anak itulah yang selalu membuat saya semangat dan bisa melupakan homesick yang terkadang melanda hati saya, karena di tempat seperti ini butuh kesabaran untuk beradaptasi, karena dalam benak saya selalu terlintas, “mereka saja bisa bertahan kenapa saya tidak?” itulah penyemangat saya selama ini ketika berada di Tanah Sawit ini. View full article »

Gerakan Sadar Arsip

Viva Archiva!

Alamendah's Blog

Flora, Fauna, dan Alam Indonesia

BIMBINGAN DAN KONSELING

Guidance And Counseling Care Students

Sociology is my life

Lampaui Rasionalitas

journal_edu.424

MEMBUKA JENDELA DUNIA DENGAN PENGETAHUAN