PEMBELAJARAN TERPADU MODEL TERJALA ( WEBBED MODLE )

 

 

1. PEMBELAJARAN TERPADU

A. Pengertian pembelajaran Terpadu

Integrated atau terpadu bisa mengacu pada integrated curricula (kurikulum terpadu) atau integrated approach (pendekatan terpadu) atau integrated learning
(pembelajaran). Pada pelaksanaannya istilah kurikulum terpadu atau pembelajaran terpadu atau pendekatan terpadu dapat dipertukarkan, seperti dikatakan oleh pakar pendidikan dan guru besar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo Prof. Dr. Sri Anitah Wiryawan, M.Pd.(Pikiran Rakyat, 11 April 2003) “kurikulum terpadu adalah suatu pendekatan untuk mengorganisasikan kurikulum dengan cara menghapus garis batas mata pelajaran yang terpisah-pisah, sedangkan pembelajaran terpadu merupakan metode pengorganisasian pembelajaran yang menggunakan beberapa bidang mata pelajaran yang sesuai. Istilah kurikulum terpadu dengan pembelajaran terpadu dalam penggunaannya dapat saling dipertukarkan.

Pembelajaran terpadu merupakan suatu aplikasi salah satu startegi pembelajaran berdasarkanpendekatan kurikulum terpadu yang bertujuan untuk menciptakan atau membuat proses pembelajaran secara relevan dan bermakna bagi anak (Atkinson, 1989:9 dalam Ahmad). Selanjutnya dijelaskan bahwa dalam pembelajaran terpadu
didasarkan pada pendekatan inquiry, yaitu melibatkan siswa mulai dari
merencanakan, mengeksplorasi, dan brain storming dari siswa. Dengan pendekatan
terpadu siswa didorong untuk berani bekerja secara kelompok dan belajar dari
hasil pengalamannya sendiri. Collins dan Dixon (1991:6 dalam Ahmad) menyatakan tentang pembelajaran terpadu sebagai berikut:integrated learning occurs when an authentic event or exploration of a topic in the driving force in the curriculum. Selanjutnya dijelaskan bahwa dalam  pelaksanaannya anak dapat diajak berpartisipasi aktif dalam mengeksplorasi topik atau kejadian, siswa belajar proses dan isi (materi) lebih dari satu bidang studi pada waktu yang sama.Pembelajaran terpadu sangat memperhatikan kebutuhan anak sesuai dengan perkembangannya yang holistik
dengan melibatkan secara aktif dalam proses pembelajaran baik fisik maupun
emosionalnya. Untuk itu aktivitas yang diberikan meliputi aktif mencari,
menggali, dan menemukan konsep serta prinsip keilmuan yang holistik, bermakna,
dan otentik sehingga siswa dapat menerapkan perolehan belajar untuk memecahkan
masalah-masalah yang nyata di dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini sesuai
dengan program DAP yang dikemukakan Bredekamp (1992:7) dalam
Ahmad,  pada proses pembelajaran hendaknya menyediakan berbagai aktivitas
dan bahan-bahan yang kaya serta menawarkan pilihan bagi siswa sehingga siswa
dapat memilihnya untuk kegiatan kelompok kecil maupun mandiri dan memberikan
kesempatan bagi siswa untuk berinisiatif sendiri, melakukan keterampilan atas
prakarsa sendiri sebagai aktivitas yang dipilihnya.  Pembelajaran terpadu
juga menekankan integrasi berbagai aktivitas untuk mengeksplorasi objek, topik,
atau tema yang merupakan kejadian-kejadian, fakta, dan peristiwa yang otentik.
Pelaksanaan pembelajaran terpadu pada dasarnya agar kurikulum itu bermakna bagi
anak. Hal ini dimaksudkan agar bahan ajar tidak digunakan secara
terpisah-pisah, tetapi merupakan suatu kesatuan bahan yang utuh dan cara
belajar yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan siswa.

B. Arti  Pembelajaran  Terpadu

Pembelajaran terpadu merupakan suatu pendekatan dalam pembelajaran yang secara sengaja mengaitkan beberapa aspek baik dalam intra matapelajaran maupun antar matapelajaran. Dengan adanya pemaduan itu siswa akan memperoleh pengetahuan dan keterampilan secara utuh sehingga pembelajaran menjadi bermakna bagi siswa. Bermakna disini memberikan arti bahwa pada pembelajaran terpadu siswa akan dapat memahami konsep-konsep yang mereka pelajaran melalui pengalaman langsung dan nyata yang menghubungkan antar konsep dalam intra mata pelajaran maupun antar mata pelajaran.Jika dibandingkan dalam konsep konvensional, maka pembelajaran terpadu tampak lebih menekankan keterlibatan siswa dalam belajar, sehingga siswa terlibat aktif
dalam proses pembelajaran untuk pembuatan keputusan. Setiap siswa memerlukan
bekal pengetahuan dan kecakapan agar dapat hidup di masyarakat dan bakal ini
diharapkan diperoleh melalui pengalaman belajar di sekolah. Oleh karena itu
pengalaman belajar di sekolah sedapat mungkin memberikan bekal siswa dalam
mencapai kecakapan untuk berkarya. Kecakapan ini disebut kecakapan hidup yang
cakupannya lebih luas dibanding hanya sekedar keterampilan.

C. Karakteristik Pembelajaran Terpadu

 Sebagai suatu proses, pembelajara terpadu memiliki karakteristik sebagai berikut :

1.  Pembalajaran terpusat pada anak

Pembalajaran terpadu dikatakan sebagai pembelajaran yang berpusat pada anak, karena pada dasarnya pembelajaran terpadu merupakan suatu system pembelajaran yang memberikan keleluasaan pada siswa, baik secara individu maupun secara kelompok. Siswa dapat aktif mencari. Menggali, dan manemukan konsep serta prinsip-prinsip dari suatu pengetahuan yang harus dikuasainya sesuai dengan perkembangannya.

2.  Menekankan pembentukan pemahaman dan kebermaknaan

Pembelajaran terpadu mengkaji suatu fenomena dari berbagai macam
aspek yang membentuk semacam jalinan antarskemata yang dimiliki oleh siswa, sehingga akan berdampak pada kebermaknaan dari materi yang dipelajari siswa.Hasil yang nyata didapat dari segala konsep yang diperoleh dan keterkaitannya dengan konsep-konsep lain yang dipelajari dan mengakibatkan kegiatan belajar menjadi lebih bermakna.hal ini diharapkan dapat berakibat pada kemampuan siswa untuk dapat menerapakan perolahan belajaranya pada pemecahan masalah-masalah yang nyata dalam kehidupannya.

3. Belajar melalui proses pengalaman langsung

Pada pembelajaran terpadu diprogramkan untuk melibatkan siswa
secara langsung pada konsep dan prisip yang dipelajari dan memungkinkan siswa belajar dengan melakukan kegiatan secara langsung. Sehingga siswa akan memahami hasil belajarnya secara langsung. Sehingga siswa akan memahami hasil belajarnya sesuai dengan fakta dan peristiwa yang mereka alamai, bukan sekedar informasi dari gurunya. Guru lebih banyak bertindak sebagai fasilitator yang membimbingke arah tujuan yang ingin dicapai. Sedangkan siswa sebagai actor pencari fakta dan informasi untuk mengembangkan pengetahuannya.

4. Lebih memperhtikan proses daripada hasil semata

Pada pembelajaran terpadu dikembangkan pendekatan discovery inquiry (penemuan terbimbing) yang melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran yaitu mulai dari perencanaan, pelaksanaan sampai proses evaluasi. Pembelajaran terpadu dilaksanakan dengan melihat keinginan, minat, dan kemampuan siswa sehingga memungkinkan siswa termotivasi untuk belajar terus-menerus.

5. Sarat dengan muatan keterkaitan

Pembelajaran terpadu memusatkan perhatian pada pengamatan dan
pengkajian suatu gejala atau peristiwa dari beberapa matapelajaran sekaligus,
tidak dari sudut pandanga yang terkotak-kotak. Sehingga memungkinkan siswa untuk memahami suatu fenomena pembelajaran dari segala sisi, yang pada gilirannya nanti akan membuat siswa lebih arif dan bijak dalam menyikapi atau menghadapi kejadian yang ada.

 

D. Tujuan Pembelajaran Terpadu

Pembalajaran terpadu dikembangkan selain untuk mencapai tujuan pembalajaran yang telah ditetapkan, diharapkan siswa juga dapat :

  1. Meningkatkan pemahaman konsep yang dipelajarinya secara lebih bermakna,
  2. Mengembangkan keterampilan menemukan, mengolah, dan memanfaatkan informasi,
  3. Menumbuh kembangkan sikap positif, kebiasaanbaik, dan nilai-nilai luhur yang diperlukan dalam kehidupan.
  4. Menumbuh kembangkan keterampilan social seperti kerjasama, toleransi, komunikasi, serta menghargai pendapat orang lain.
  5. Meningkatkan minat dalam belajar,
  6. Memilih kegiatan yang sesuai dengan minat dan kebutuhannya.

E. Kemanfaatan Pembelajaran Terpadu 

Ada beberapa manfaat dalam menggunakan pembelajara terpadu, yaitu :

  1. Banyak topik yang tertuang di setiap matapelajaran mempunyai keterkaiatan konsep dengan yang dipelajari siswa.
  2. Pada pembelajaran terpadu memungkinkan siswa memanfaatkan keterampilannya yang dikembangkan dari mempelajari keterkaitan antar matapelajaran.
  3. Pembelajaran terpadu melatih siswa untuk semakin banyak membuat hubungan inter dan antar matapelajaran, sehingga siswa mampu memproses informasi dengan cara yang sesuai daya pikirnya dan memungkinkan berkembangnya jaringan konsep-konsep.
  4. Pembalajaran terpadu membantu siswa dapat memecahkan masalah dan berpikir kritis untuk dapat dikembangkan melalui keterampilan dalam situasi nyata.
  5. Daya ingat (retensi) terhadap materi yang dipelajari siswa dapat ditingkatkan dengan jalan memberikan topic-topik dalam berbagai ragam situasi dan berbagai ragam kondisi.
  6. Dalam pembelajaran terpadu transfer pembelajaran dapat mudah terjadi bila situasi pembelajaran dekat dengan situasi kehidupan nyata.

F. Strategi Pembelajaran Terpadu

Pembelajaran terpadu dapat dilaksanakan dengan dua cara yaitu memadukan siswa dan memadukan materi-materi dari mata pelajaran-mata pelajaran.

1. Integrasi melalui pemaduan siswa

Cara ini memadukan beberapa kelas menjadi satu kelas, sehingga 1
pembelajaran kelas diikuti oleh lebih dari satu tungkat usia siswa. Misalnya
kelas 1 dan kelas 2 SD diajar matematika bersama-sama. Cara ini tentunya
memerlukan keahlian guru untuk memberikan tugas yang bertingkat sehingga siswa
belajar dari yang mudah menuju tingkat yang lebih sulit. Siswa kelas 1 dapat
belajar dari siswa yang lebih tua dan lebih pengetahuannya, sedangkan siswa
yang lebih tua (kelas 2) dapat mengajarkan pengetahuannya kepada siswa yang lebih
muda.

2. Integrasi materi/matapelajaran

Cara ini memadukan materi dari beberapa mata pelajaran dalam satu kesatuan kegiatan pembelajaran. Dalam 1 kegiatam pembelajaran siswa belajar berbagai
mata pelajaran misal matematika, Bahasa, IPA, dan IPS. Cara ini biasanya
dilakukan dengan memadukan topik-topik (tema-tema) menjadi satu kesatuan tema yang disebut tematik unit. Tematik unit merupakan rangkaian tema yang dikembangkan dari suatu tema dasar. Sedangkan tema dasar merupakan pilihan atau kesepakatan antara guru dengan siswa berdasarkan kajian keseharian yang dialami siswa dengan penyesuaian dari materi-materi yang ada pada kurikulum. Selanjutnya tema dasar tersebut dikembangkan menjadi banyak tema yang disebut unit
tema(subtema).

G. Prosedur pembelajaran terpadu

Pada dasarnya ada 2 tahap yang harus dilalui dalam prosedur pembelajaran terpadu yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi.

1.Tahap Perencanaan Pembelajaran Terpadu

Perencanaan pembelajaran pada dasarnya adalah rangkaian yang
memuat isi dan kegiatan pembelajaran yang bersifat menyeluruh dan sistematis,
yang akan digunakan sebagai pedoman oleh guru dalam mengelola kegiatan belajar
mengajar. Dalam pembalajaran terpadu perencanaan yang harus dilakukan seorang
guru adalah sebagai berikut :

a.  Pemilihan tema dan unit-unit tema

Pemilihan tema ini dapat datang dari staf pengajar yaitu guru kelas atau guru bidang studi dan siswa. Biasanya guru yang memilih tema dasarnya dan dengan musyawarah siswa memilih unit tema. Pemilihan tema dasar yang dilakukan oleh guru dengan mengaju pada tema dan materi-materi pada pokok bahasan pada setiap matap elajaran yang terdapat padu kurikulum.Tema dapat juga dipilih berdasarkan pertimbangan lain, yaitu :tema yang dipilih merupakan consensus antar siswa, misal dari buku-buku bacaan, pengalaman, minat, isu-isu, yang sedang beredar di masyarakat dengan mengingat ketersediaan sarana dan sumber belajar yang sesuai dengan tingkat perkembanagn siswa.

1) Tema dasar-Unit tema

Tema dapat muncul dari siswa, kemudian guru yang mengorganisir
atau guru melontarkan tema dasar, kemudian siswa mengembangkan unit temanya.

2) Curah pendapat

Curah pendapat ini bermanfaat untuk memunculkan tema dasar
kemudian dikembangkan menjadi unit tema. Setelah tema dasar dan unit tema dipilihmaka akan terbentuk jarring-jaring.

Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi dalam penentuan tema, yaitu :

  • Penentuan tema merupakan hasil ramuan dari berbagai materi di dalam    satu atau beberapa matapelajaran.
  • Tema diangkat sebagai sarana untuk mencapai tujuan pembelajaran yang terpadu dalam materi pelajaran, prosedur penyampaian, serta pemaknaan pengalaman belajar oleh para siswa.
  • Tema disesuaikan dengan karakteristik belajar siswa sehingga asas perkembangan berpikir anak dapat dimanfaatkan secara maksimal.
  • Tema harus bersifat cukup problematic atau popular sehingga membuka kemungkinan luas untuk melaksanakan pembelajaran yang beragam yang mengandung substansif yang lebih luas yang apabila dibandingkan dengan pembelajaran yang biasa.

b. Langkah perencanaan aktivitas

Langkah perencanaan aktivitas disini meliputi : pemilihan sumber, pemilihan aktivitas, dan perencanaan evaluasi. Evaluasi dalam pembalajaran terpadu meliputi berikut ini :

  • Janis evaluasi yaitu evaluasi otentik.
  • Sasaran evaluasi berupa proses dan hasil belajar siswa.
  • Aspek yang dievaluasi : Keseluruhan aspek kepribadian siswa dievaluasi yaitu
    meliputi kognitif, afektif, dan psikomotorik.
  • Teknik-teknik evaluasi yang digunakan meliputi :
  • Observasi (mengamati prilaku hasil belajar siswa ) dengan menggunakan daftar cek atau skala penilaian.
  • Wawancara guru dan siswa dengan menggunakan pedoman wawancara.
  • Evaluasi siswa
  • Jurnal siswa
  • Portofolio
  • Tes prestasi belajar (baku atau buatan guru)

c. Kontrak belajar

Kontrak belajar ini akan memeberikan arah dan isi aktivitas
siswa dan merupakan suatu kesepakatan anatara guru dan siswa.

2. Tahap Pelaksanaan Pembelajaran Terpadu dan Evaluasi

Pada tahap pelaksanan ini langkah-kangkahnya adalah sebagai berikut :

a. Aktivitas siswa, aktivitas dapat berupa: pengumpulan informasi baik kelompok
maupun individual, membaca sumber, wawancara dengan narasumber, pengamatan lapangan, eksperimen, pengolahan informasi, dan penyusuna laporan.

b. Kulminasi (Sharing) dalam bentuk penilaian proses (merupakan dampak dari proses pembelajaran,dampak pengiring,prosedur formal dan informal terutama untuk memperoleh balikan yaitu penyajian laporan, diskusi dan balikan, unjuk kerja dan pameran, serta evaluasi.

II. PEMBELAJARAN TERPADU MODEL WEBBED

A. Pengertian pembelajaran model webbed

Model webbed merupakan model pembelajaran terpadu yang menggunakan tema sebagai dasar pembelajaran. Model pembelajaran ini memadukan multi disiplin ilmu atau berbagai mata pelajaran yang diikat oleh satu tema (Robin F.1991). Pada dasarnya menggunakan pendekatan tematik. Pendekatan ini pengembangannya dimulai dengan menentukan tema tertentu. Tema yang ditetapkan dapat dipilih antara guru dengan siswa atau sesama guru atau siswa sendiri. Setelah tema telah disepakati maka dilanjutkan dengan pemilihan sub-sub tema dengan memperhatikan kaitannya dengan matapelajaran yang lain.

Dari sub-sub tema ini direncanakan aktivitas belajar yang harus dilakukan siswa. keuntungan dari model pembelajaran terpadu ini bagi siswa adalah diperolehnya pandangan hubungan yang utuh tentang kegiatan dari ilmu-ilmu yang berbeda. Contoh: Siswa dan guru memnentukan tema misalnya air, maka guru-guru matapelajaran dapat mengajarkan tema air itu ke dalam sub-sub tema misalnya siklus air, kincir angin, air waduk, air sungai, bisnis air dari PDAM yang tergabung dalam matapelajaran matematika, IPS, IPA.

Apakah Model Webbed Itu? Kurikulum Webbed yang mewakili pendekatan tematik adalah pendekatan subjek. Secara khusus pendekatan tematik ini untuk pengembangan kurikulum dimulai dengan satu tema seperti “transportasi” atau “penemuan-penemuan.” Satu team department yang berseberangan telah membuat keputusan ini, menggunakan tema tersebut sebagai satu lapisan untuk subjek yang berbeda; penemuan memimpin satu studi mesin yang simple dalam bidang ilmu pengetahuan, bacaan dan penulisan tentang para penemu dalam seni bahasa, rancangan dan model bangunan dalam industri seni, lukisan dan pembelajaran Rube Goldberg kontrapsi dalam Matematika, pembuatan kartu flow dalam kelas teknologi computer. Dalam jaringan yang lebih rumit, unit pembelajaran yang berbelit-belit dapat dikembangkan dalam integrasi yang terjadi dalam semua daerah yang sesuai.

Terlihat seperti apakah Webbed itu? Di situasi yang berhubungan dengan departmen, pendekatan kurikulum webbed untuk pengintegrasian sering menerima melalui penggunaan satu generic yang adil tapi tema yang subur seperti “pola” atau “lingkaran”. Konsep tema ini menyediakan kemungkinan yang kaya untuk dapat melekat dalam penyebaran berbagai disiplin. Konsep tema yang sama seperti pola atau konflik menyediakan kesuburan tanah bagi penyeberangan-berbagai disiplin ilmu, model dasar dapat juga menggunakan satu buku atau satu jenis buku sebagai topik, untuk secara tematik menggorganisasikan kurikulum mereka. Sebagai contoh, cerita rakyat atau dog stories (cerita anjing) dapat menjadi katalisis untuk kurikulum webbed.

 

Kedengaran seperti apakah webbed itu? Ketika mencari sebuah tema, team guru biasanya memulai dengan perolehan ide yang seperti interaksi yang sungguh-sungguh, percakapan, dan dialog dengan seluruh rekan: “Bagaimana dengan yang ini?” “Bagaimana menurut kamu tentang ini?” “Mari kita membuat brainstorm (kerangka) satu daftar panjang. Saya tidak ingin menggunakan yang pertama kali kita pikirkan harus dilakukan. “Mungkin kita harus bertanya pada anak-anak untuk ide mereka.” “Saya mempunyai beberapa daftar dari tema ide-ide dari satu workshop.” “Yeah, tapi kita harus melihat daftar tersebut dengan seksama dan membandingkannya dengan beberapa criteria. Saya mempunyai ’kriteria disini.” Dan juga berjalan karena mereka menggali kemungkinan dan merancang arahan untuk pencapaian satu keputusan.

Pembelajaran ini akan terjadi antara lain jika kejadian yang wajar/eksplorasi suatu topik merupakan inti dalam pengembangan kurikulum. Dengan berperan aktif dalam eksplorasi tersebut siswa akan mempelajari materi ajar dan proses melalui bidang studi dalam waktu bersamaan. Dalam model pembelajaran ini guru memilih tema yang sama atau hampir sama dari beberapa standar kompetensi dengan lintas mata pelajaran atau pada bidang studi yang berbeda. Misal PKN dengan IPS, IPA, Matematika, Seni dan Bahasa Indonesia.  Lebih jelasnya silakan memperhatikan contoh Webbed di bawah ini.

Matematik

Garis  biliangan

BI

Menceritakan pengalaman  yg menyenangkan

PKN,  mengenal makna satu     nusa satu bangsa dan bahasa

IPS

kerja sama di lingkungan rumah rumah

IPA

Ciri  mahluk  hidup dan tak hidup

A

Tema Pengalaman

 

 

Bagan model pembelajaran terpadu webbed

B. Langkah-langkah dalam model pembelajaran jaring laba-laba sebagai berikut :

Pada model ini guru menyajikan pembelajaran dengan tema dan sub tema yang disepakati dan dihubungkan dengan antar pelajaran. Sehingga siswa memperoleh pandangan hubungan yang utuh tentang kegiatan dari mata pelajaran yang berbeda-beda. Menurut Tisno (1998) dalam pembelajaran terpadu model webbed, pelajaran dimulai dari suatu tema. Tema diramu dari pokok-pokok bahasan dan sub-sub pokok bahasan dari beberapa mata pelajaran yang dijabarkan dalam konsep, ketrampilan atau kemampuan yang dikembangkan dan didasarkan atas situasi dan kondisi kelas/sekolah/guru dan lingkungan.

Langkah-langkah yang ditempuh dalam model pembelajaran jaring laba-laba sebagai berikut :

  1. Guru menyiapkan tema utama dan tema lain yang telah dipilih dari beberapa  standar kompetensi lintas mata pelajaran/bidang Studi.
  2. Guru menyiapkan tema-tema yang telah terpilih, misalnya tema matematika, kesenian, bahasa dan IPS yang sesuai dengan tema utama yang telah ditetapkan.
  3. Guru menjelaskan tema-tema yang terkait sehingga materinya lebih luas.
  4. Guru memilih konsep atau informasi yang bisa mendorong belajar siswa dengan pertimbangan lain yang memang sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran terpadu.

Pada dasarnya pembelajaran terpadu model Webbed mengikuti tahap-tahap yang dilakukan dalam setiap pembelajaran terpadu yang meliputi 3 tahap yang dapat dilihat dalam tabel berikut:

Perencanaan

Pelaksanaan

Kulminasi
  1. Penjajagan tema    (curah pendapat)
  2. Penetapan tema  (analisis + sintesis)
  3. Pengembangan sub-tema (analisis + sintesis, pembagian tugas)
  4. Penetapan kegiatan/ kontrak belajar
    1. Pengumpulan informasi (kelompok, individual; membaca sumber, wawancara dengan nara sumber, pengamatan lapangan, eksperimentasi)
    2. Pengolahan informasi (analisis, komparasi, sintesis)
    3. Penyusunan laporan (verbal, grafis, model)
    4. Penyajian laporan (tertulis, lisan, unjuk kerja; individual, kelompok, presentasi, dll)
    5. Penilaian       (proses, produk)

C. Kelebihan pembelajaran model webbed

Kelebihan dari pendekatan webbed antara lain ( Indrawati, 2009)

  1. Peyeleksiaan tema sesuai dengan minat maka akan memotivasi siswa untuk belajar.
  2. Lebih mudah dilakukan oleh yang kurang atau belum berpengalaman
  3. Dapat memotivasi siswa, membantu siswa untuk melihat keterhubungan antar gagasan.
  4. Pendekatan tematik atau model webbed menyediakan satu payung yang dapat dilihat dan memotivasi siswa.
  5. Memberikan kemudahan bagi siswa untuk melihat bagaimana perbedaan aktifitas dan ide- ide berbeda tersebut dihubungkan.

D. Kekurangan pembelajaran model webbed

Selain kelebihan model webbed juga memiliki beberapa kekurangan.

  1. Kesulitan yang paling serius dengan model webbed terletak pada pemilihan satu tema.
  2. Tema yang digunakan harus dipilih baik-baik secara selektif agar menjadi berarti, juga relevan dengan kontent.
  3. Cenderung merumuskan tema yang dangkal.
  4. Dalam pembelajaran, guru lebih memusatkan perhatian pada kegiatan dari pada pengembangan konsep.

E. Kapan model webbed ini bermanfaat?

Model webbed untuk penyatuan kurikulum adalah satu pendekatan team yang memerlukan waktu untuk berkembang. Waktu penulisan kurikulum adalah satu kesempatan untuk meniru model ini sehingga para guru dapat sepenuhnya mengeksplor tema-tema pilihan dan merancang kriteria sebagai kualitas. Model ini memerlukan perencanaan yang ekstensif (terus menerus) dan koordinasi dari seluruh berbagai sekolah. model ini yang sangat bagus untuk digunakan ketika percobaan dua hingga empat minggu unit percobaan antar cabang ilmu pengetahuan. Dikarenakan kehebatan perencanaan memerlukan untuk melakukan model ini dengan baik, disarankan untuk memulai dengan satu kurikulum yang dapat diatur.

F. Implementasi model pembelajaran terpadu model webbed pada mata pelajaran IPS, PKN, Bahasa Indonesia dan Matematika di kelas I Sekolah Dasar dengan tema Diri Sendiri

            Keberhasilan pelaksanaan pembelajaran terpadu tergantung pada rencana yang dibuat dengan memperhatikan kondisi potensi yang dimiliki siswa. Adapun tahap-tahap yang dilakukan dalam mengimplementasikan pembelajaran terpadu model webbed adalah sebagai berikut:

v Tahap Perencanaan Pembelajaran

Beberapa langkah perencanaan pembelajaran terpadu model webbed yang perlu diperhatikan adalah: (1) Pemetaan Kompetensi Dasar, (2) Penetuan tema, (3) Penjabaran kompetensi dasar ke dalam indikator sesuai dengan tema, (4) Pengembangan Silabus, (5) Penyusunan Rencana Pelaksanaan pembelajaran. Berdasarkan langkah-langkah tersebut diatas, maka implementasi terhadap perencanaan pembelajaran terpadu model webbed pada mata pelajaran IPS, PKn, Bahasa Indonesia dan Matematika kelas I SD sebagai berikut

  1. 1.   Pemetaan Kompetensi Dasar

Pada langkah pertama ini, kegiatan yang perlu dilakukan antara lain:

  1. Mengidentifikasi Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar pada mata pelajaran IPS, PKN, Bahasa Indonesia dan Matematika yang dapat dipadukan pada tingkat kelas yang sama. Kegiatan ini dilakukan untukmemperoleh ganbaran yang utuh dan menyeluruh dari mata pelajaran yang akan dipadukan
  2. Menentukan tema pengikat antara Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar

Tabel 1 : Penjabaran Standar kompetensi dan Kompetensi Dasar Kelas I semester 1 Sekolah Dasar

Mata Pelajaran

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

Matematika

  1. Bilangan

    Melakukan Penjumlahan dan pengurangan bilangan sampai 20

1.1 Membilang banyak  benda
  1. Geometri dan pengukuran

Menggunakan pengukuran waktu dan panjang

2.1  Menentukan waktu (pagi, siang, malam),(hari, jam)

2.2  Mengelompokkan berbagai bangun ruang sederhana (balok, prisma, tabung, bola dan kerucut)

IPS

  1. Memahami identitas diri dan keluarga, serta sikap saling menghormati dalam kemajemukan keluarga

  1.1 Mengidentifikasi identitas diri, keluarga dan kerabat

PKn

  1. Mengenal diri sendiri, agama dan suku bangsa

  1.1 Menjelaskan perbedaan jenis kelamin, agama dan suku bangsa

   Bahasa

 Indonesia

  1. Mendengarkan

Memahami bunyi bahasa, perintah dogeng yang dilisankan

1.1  Membedakan bunyi bahasa

  1. Berbicara

Mengungkapkan pikiran, perasaan dan informasi secara lisan dengan perkenalan dan tegur sapa, pengenalan benda dan fungsi anggota tubuh

2.1  Memperkenalkan diri sendiri dengan kalimat sederhana dan berbahasa yang santun.

  1. Membaca

Memahami teks pendek dengan membaca nyaring

3.1 Membaca nyaring suku kata dan kata dengan lafal yang tepat

  1. Menulis

Menulis permulaan dengan menjiplak, menebalkan, mencontoh, melengkapi, dan menyalin

  4.1 Menjiplak berbagai bentuk gambar, lingkaran dan bentuk huruf

Berdasarkan pemetaan kompetensi mata pelajaran diatas, maka kompetensi dasar yang akan dipadukan pada mata pelajaran PKn, IPS, Matematika dan Bahasa Indonesia adalah sebagai berikut:

Tabel 2 :  Pemetaan Kompetensi Dasar yang dipadukan pada mata pelajaran PKn, IPS,  Matematika dan Bahasa Indonesia

Matematika

IPS

PKn

Bahasa Indonesia

 1.1 Membilang banyak  benda

 1.1 Mengidentifikasi identitas diri, keluarga dan kerabat

 1.1 Menjelaskan perbedaan jenis kelamin, agama dan suku bangsa

2.1  Memperkenalkan diri sendiri dengan kalimat sederhana dan bahasa yang santun.

 

  1. 2.   Penentuan Tema

Setelah pemetaan Kompetensi Dasar, langkag berikutnya adalah pemetaan tema. Dalam menentukan tema harus relevan dengan kompetensi dasar yang telah dipetakan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan tema:

  1. Tema merupakan perekat antar Kompetensi Dasar.
  2. Tema selain relevan dengan Kompetensi Dasar, sebaiknya juga relevan dengan pengalaman pribadi siswa dalam arti sesuai dengan keadaan lingkungan setempat.
  3. Dalam menentukan tema isu sentral yang sedang berkembang saat ini dapat menjadi prioritas yang dipilih dengan tidak menngabaikan keterkaitan antar Kompetensi Dasar yang dipetakan.

Berdasarkan hal-hal tersebut diatas dan memperhatikan Kompetensi Dasar pada mata pelajaran IPS, PKn, Matematika dan Bahasa Indonesia maka tema yang akan digunakan dalam pembelajaran bertemakan “Diri Sendiri” dengan sub tema “Identitas Diri” karena menjadi perekat antar Kompetensi Dasar.

  1. 3.   Penjabaran Kompetensi Dasar dalam Indikator

Mata Pelajaran

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

Indikator

Matematika

  1. Bilangan

    Melakukan Penjumlahan dan pengurangan bilangan sampai 20

 1.1 Membilang banyak  benda

1.1.1 Membilang atau menghitung secara urut

 

 

 

1.1.2 Menyebutkan banyak benda

1.1.3 Membandingkan dua kumpulan benda melalui istilah lebih banyak, lebih sedikit atau sama banyak

IPS

  1. Memahami identitas diri dan keluarga, serta sikap saling menghormati dalam kemajemukan keluarga

1.1Mengidentifikasi identitas diri, keluarga dan kerabat

1.1.1 Menyebutkan nama lengkap dan nama panggilan

   1.1.2 Menyebutkan alamat tempat tinggal

1.1.3 Menyebutkan nama ayah, ibu dan saudara dan wali

Bahasa Indonesia

  1. Berbicara

Mengungkapkan pikiran, perasaan dan informasi secara lisan dengan perkenalan dan tegur sapa, pengenalan benda dan fungsi anggota tubuh

 

2.1 Memperkenalkan diri sendiri dengan kalimat sederhana dan bahasa yang santun.

2.1.1 Menyebutkan data diri (nama, kelas, sekolah, dan tempat tinggal) dengan kalimat sederhana

PKn

1. Mengenal diri sendiri, agama dan suku bangsa

   1.1 Menjelaskan perbedaan jenis kelamin, agama dan suku bangsa

  1.1.1 Menyebutkan berdasarkan jenis kelamin anggota keluarga

 

 

 

G. GAMBAR MODEL PEMBELAJARAN TERPADU MODEL WEBBED UNTUK KELAS I SD  TEMA “DIRI SENDIRI” Dengan diagram sebagai berikut:

 

 

          Matematika

-  Membilang atau Menghitung secara urut.

-  Menyebutkan banyak benda.

 

 

PKN

-          – Menyebutkan jenis kelamin anggota keluarga

-          – Menyebutkan jenis kelamin teman sebangku

 

Bahasa Indonesia

-          Berbicara:

-           - Menyebutkan identitas diri dengan kalimat sederhana dengan bahasa yang santun.

-  Menanyakan data diri, orang

tua,saudara dan teman sekelas.

      IPS

-  Menyebutkan nama lengkap dan nama panggilan.

-  Menyebutkan alamat tempat tinggal.

-  Menyebutkan nama ibu, ayah dan saudara

 

 Diri sendiri

 

Keterangan

Diagram yang menggambarkan pembelajaran terpadu model webbed dijelaskan antar bidang studi matematika, IPS, PKN dan Bahasa Indonesia dengan tema ”Diri Sendiri” sub tema ”Identitas Diri”

DAFTAR PUSTAKA

Abdullah, Solichah. 2000. Aritmatika Sosial ( Paket Penataran ) Yogyakarta : PPPG

Matematika.

Fogarty,R. 1991. Constructing knowledge together classroom as center of inquiry and

                  literacy. Portsmoth. NH : Heineman.

————, 1991. How to integrate the curricula. Palatine, Illionois : IRI / Skylight

publhising, Inc.

Hadisubroto, Tisno. 1998. Buku materi pokok pembelajaran terpadu model 1 sampai

                   dengan 6. Jakarta : Universitas Terbuka Departemen Pendidikan dan

Kebudayaa.

Indrawati, 2009. Model Pembelajaran Terpadu di Sekolah Dasar, PPPPTK IPA

Olivia, P.F. 1997. Developing the curriculum. Third edition. New York, NY : Harper

Collins publishers, Inc.

Siskandar. 2003. Kegiatan belajar mengajar yang efekif. Jakarta : Dekdiknas.

Sukayati. 1998. Pembelajaran terpadu ( ringkasan dan refleksi ). Makalah tidak

dipublikasikan. Malang : Program pasca sarjana IKIP Malang.

Suparno, P. 1997. Filsafat konstruktivisme dalam pendidikan. Yogyakarta : penerbit

Kanisius

Tim Pengembanangan PGSD.1997. Pembelajaran terpadu D.11 PGSD dan S-2

                pendidikan dasar. Departemen Pendidikan dan kebudayaan.

Tim. 2003. Kurikulum 2004 Mata pelajaran Sains SD/SMP/SMA. Jakarta : Departemen

Pendidikan Nasional

Tim. 2003. Kurikulum 2004 Mata pelajaran Matenatika . Jakarta : Departemen

Pendidikan Nasional

Tim. 2003. Kurikulum 2004 Mata pelajaran Bahasa Indonesia. Jakarta : Departemen

Pendidikan Nasional

http://rbaryans.wordpress.com/2007/04/19/mengapa-memilih-pembelajaran-terpadu/

http://begawanafif.blogspot.com/2009/02/model-webbed.html